Dalam mencari bibit anak-anak berprestasi dan dalam rangka melestarikan kebudayaan terutama budaya Jawa yang adiluhung, maka Kabupaten Boyolali menyelenggarakan Lomba Pekan Seni yang diikuti oleh siswa siswi SD, SMP, SMK maupun SMK.

Pembangunan Karakter bangsa dapat dilakukan sejak dini dengan memperkenalkan Bahasa Ibu (karena kita hidup di Jawa, maka tentu saja menggunakan Bahasa Jawa).
Bahasa Jawa adalah bahasa yang digunakan penduduk
bersuku bangsa Jawa di
Jawa Tengah,
Yogyakarta, dan
Jawa Timur. Selain itu, bahasa Jawa juga digunakan oleh penduduk yang tinggal di beberapa daerah lain seperti
Banten (terutama
Serang,
Cilegon, dan
Tangerang) serta
Jawa Barat (terutama kawasan pantai utara yang meliputi
Karawang,
Subang,
Indramayu, dan
Cirebon).
“Mangkya darajating praja, kawuryan wus sunyaruri, rurah
pangrehing ukara, karana tanpa palupi, atilar silastuti, sujana sarjana
kelu, kalulun Kalatidha, tidhem tandhaning dumadi, hardayengrat dene
karoban rubeda”
(R.Ng. Ranggawarsita, Serat Kalatidha pupuh Sinom)
‘Suatu saat nanti kondisi negara kelihatan hampa sepi (sunyaruri),
rusak penyusunan kebijakan/peraturan (pangrehing ukara), karena tanpa
dilandasi pedoman kebaikan, meninggalkan dasar-dasar ‘panembah’
(silastuti), para cerdik cendekia ikut terbawa arus ‘jaman edan’
(kalatidha), lenyap tandha keberadaban, dunia (tata
kehidupan) bosah-baseh karena banyak masalah’.
Menyimak keadaan yang ada pada sekarang ini, ‘tengara’ (peringatan)
setengah ramalan Pujangga Ranggawarsita tersebut sepertinya menjadi
kenyataan. Krisis multidimensi melanda negeri kita ini hingga terpuruk
berat dan kehilangan pamor sebagai negara yang ‘tata tentrem kerta
raharja’ (tertib, aman, makmur dan menyejahterakan rakyatnya). Virus
pragmatisme ‘pokoke kanthong isi’ produk jaman edan (kalatidha, jaman
rusak) menyebar luas dan merata sehingga melahirkan pekerti-pekerti
buruk anak bangsa.

Dalam rangka mengatasi itu semua, sebagai titik awal pembangunan karakter bangsa, maka diadakanlah Lomba Pekan Seni tersebut.
SMP Negeri 1 Ampel tidak mau ketinggalan dalam menyikapi hal tersbut diatas, maka dipilihlah beberapa anak untuk mengikuti lomba. Mereka adalah :
- Dwi Febriyanti, Kelas 9B, mewakili lomba Seni Tari
- Esti Alibi Pratiwi, Kelas 7E, mewakili lomba Seni Tari
- Dheatry Khamaratih, Kelas 9G, mewakili lomba Pidato Bahasa Jawa.
Oleh karena Berkat Tuhan, Bimbingan para Guru dan kemauan keras dari anak-anak, maka hasil yang diperolehpun maksimal, yakni menjadi juara 1 Seni Tari dan Juara 1 Pidato Bahasa Jawa.
Semoga dengan kemenangan ini tidak hanya membuat bangga para Guru dan anak-anak pemenang Lomba, tetapi juga menjadi sumber semangat bagi anak-anak yang lain untuk lebih berprestasi.
Salam.....